← Kembali ke blog

STUDI KASUS · · 8 menit baca

Bagaimana brand fashion lokal menangani krisis Twitter dalam 2 jam

Cerita di balik layar tim PR saat hashtag negatif trending — strategi monitoring real-time dan playbook eskalasi mereka.

Oleh Sinta Aulia, Customer Success Lead

Pukul 14:23 WIB, sebuah cuitan dari influencer fashion 280K followers viral — menyebut salah satu brand lokal mengirim produk cacat tanpa respons. Dalam 40 menit, hashtag bermunculan, dan komentar negatif membanjir mention brand.

Menit ke-0: alert masuk

Engine TrendMetrics mendeteksi spike volume mention 12x rata-rata. Alert otomatis dikirim ke channel Slack tim PR dengan tag 'priority: critical'.

Menit ke-15: triase isu

Tim membuka dashboard, melihat klaster percakapan: 68% mengeluhkan QC, 22% menyalahkan customer service, 10% mendukung brand. Topik utama jelas — masalah quality control yang spesifik.

Playbook eskalasi yang dipakai

  • Hubungi influencer langsung via DM dalam 30 menit pertama

  • Tarik data order untuk verifikasi cepat

  • Siapkan draft respons publik dengan tone akuntabel

  • Loop in Head of Operations untuk komitmen perbaikan QC

Menit ke-90: respons publik

Brand mempost permintaan maaf disertai komitmen audit QC dan refund untuk customer terdampak. Influencer mengupdate cuitan awal dengan acknowledgment respons cepat brand.

Menit ke-120: sentimen berbalik

Sentimen positif naik dari 10% jadi 47%. Banyak komentar memuji transparansi brand. Krisis tertangani sebelum media mainstream sempat meliput.

Tanpa monitoring real-time, kami baru tahu besok pagi. Sekarang kami tahu dalam 2 menit.

— Head of PR brand